TRANSLATE
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 22 Mei 2010

Banyak TKW di Hongkong "Nikah" Sesama Jenis





Banyak TKW di Hongkong "Nikah" Sesama Jenis

Surabaya (ANTARA News) - Sejumlah tenaga kerja wanita asal Indonesia (TKW) yang bekerja di Hongkong dalam setahun terakhir mulai banyak yang terjangkiti
"pernikahan" sesama jenis (lesbian).

Tania Roos, salah seorang TKW asal Malang dalam surat eletroniknya kepada ANTARA News di Surabaya, Senin, menjelaskan bahwa perkawinan lesbian mulai marak setahun terakhir dan awalnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

"Bahkan memasuki acara mereka ada tanda khusus, apakah mereka kalangan sendiri atau orang lain. Saya bisa masuk ke perkawinan mereka dan mendapatkan fotonya karena saya berpura-pura menjadi pasangan lesbian," katanya.

Namun, katanya, saat ini perkawinan lesbian itu mulai dilakukan secara terang-terangan. Pada 25 Pebruari 2007 lalu dia mendapatkan undangan sebagaimana layaknya undangan pernikahan di Indonesia. Acara itu akan dilaksanakan pada 11 Maret mendatang.

Ia memperkirakan, mereka melakukan pernikahan lesbian secara tertutup karena takut diketahui oleh keluarganya di Indonesia.

"Menurut orang yang menjadi `penghulu`, sudah ada 12 kali pernikahan sesama wanita Indonesia. Itu baru satu penghulu dan kemungkinan ada penghulu lain. Yang menjadi penghulu adalah sesama TKW yang orangnya tomboi," katanya.

Mengenai proses pernikahan yang terang-terangan, mereka biasanya mengundang temannya menghadiri pernikahan dengan cara ditelepon dan baru kali ini dirinya mendapatkan undangan tertulis.

"Mengenai fenomena ini, ada yang cuek, ada yang prihatin dan ada yang menolak tetapi tak bisa berbuat apa-apa karena itu hak azazi mereka," kata TKW yang juga penulis cerita pendek (cerpen) dan puisi itu.

Ia menceritakan, meskipun pasangan itu "resmi menikah", namun mereka tidak bisa hidup satu rumah, melainkan hidup di rumah majikannya masing-masing.

"Biasanya mereka menyewa hotel untuk berkumpul pada hari-hari libur, lalu kalau waktunya jam pulang libur, ya berpisah kembali," kata Tania.

Menurut dia, diperkirakan mereka melakukan pernikahan sejenis, selain karena jarangnya teman laki-laki asal Indonesia di Hongkong, kemungkinan juga disebabkan karena tersakiti laki-laki, baik suami maupun pacarnya..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar